Review Buku: Pada Sebuah Kata Pergi Genta Kiswara

Beberapa waktu yang lalu kita adalah sepasang keinginan untuk menyatu. Saling menyajikan kebahagiaan tanpa jemu. Menanyakan kabarmu adalah hobiku saat itu. Membesukku adalah hal favoritmu setiap waktu. Beberapa masalah dapat kita tanggulangi tanpa menggerutu.

Itu dahulu sebelum rasa sepi benar-benar membuatku mati. Sebelum dikhianati menjadi kendali kesedihan di hati, Sebelum hati ini dijeruji oleh sebuah kata pergi yang saat ini tidak bisa kumengerti. Sebelum kau dan aku menjadi sepasang diam yang dahulunya haram dengan kata bungkam. Sebelum dirimu menjadikanku tenggelam karena membuat segalanya karam. Sebelum itu, sebelum itu, jauh sebelum itu. Ketika kau masih menjadi harapan dalam sebuah kehidupan.

Pada Sebuah Kata Pergi merupakan buku kumpulan puisi berisi kepergian dan kehilangan. Untuk cinta yang tidak pernah sudah, kenangan dan patah hati saat kamu memutuskan pergi adalah sesuram-suramnya kelokan kehidupan. Kamu pergi – atas alasan apa pun, dan aku harus merelakan meski hati rasanya mau mati.

Puisi, prosa, dan penggalan kisah di dalamnya adalah refleksi diri yang akan membuatmu berkata, “Aku pernah mengalami ini.”
Tetapi untungnya, perasaan sakit karena ditinggalkan pas sayang-sayangnya sudah sekian lama berlalu. Yang mengingatnya saja aku enggan, dan kalau memang tiba-tiba banget kenangan itu melintas dikepala, perut serasa langsung bereaksi ingin segera ke kamar mandi (baca: mules).

@gentaskiswara meramu hobi traveling dengan menuliskan definisi kepergian dan kerelaan dengan caranya sendiri. Meski ada beberapa kata yang membuatku bosan, tetapi buku ini pas dijadikan teman perjalanan.

Kalimatnya yang sederhana membuat pembaca mudah mencerna dan tiba-tiba saja halaman buku sudah habis. Aku pun menyelesaikan buku ini tidak butuh waktu lama, teman naik kereta yang membuat ponsel diacuhkan begitu saja.

Terbagi dalam 8 bab, kamu akan menemukan begitu banyak ungkapan cinta, kata-kata merana karena ditinggalkan, serta usaha ikhlas merelakan kepergian.

“Tak ada rela yang paling benar selain tersenyum ketika hati yang dicintai harus berbahagia dengan seseorang yang ia kasihi.”

Orang yang tidak berlapang dada tidak akan bisa mengatakan demikian. Bisa jadi dia akan melakukan hal nekat kalau hal itu terjadi padanya. Nah, membaca buku ini kamu bisa mendapatkan banyak pelajaran. Karena tidak semua hal bisa kamu alami sendiri, tetapi bisa kamu ambil pelajaran dari perjalanan hidup orang lain.

Diterbitkan oleh

Siti Yulianingsih

Saat bermimpi, kita tidak pernah tahu apakah mimpi tersebut hanya akan jadi sejarah atau langkah awal untuk mengepakkan sayap lebih lebar.

2 tanggapan untuk “Review Buku: Pada Sebuah Kata Pergi Genta Kiswara”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s