Keindahan yang tersembunyi dari Kalibiru Yogyakarta

Sebelumnya aku mau mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 72 tahun; semoga Indonesia semakin baik, perekonomian semakin maju, kesejahteraan rakyat merata, terbukanya banyak lapangan pekerjaan, tidak ada lagi penyimpangan pajak nah ini sulit, biaya pendidikan memang saat ini gratis untuk sekolah negeri, tapi yang menuntut ilmu di sekolah swasta tetap mahal juga, please lah Pak solusi adilnya sangat ditunggu. Belum lagi kasus-kasus kriminal, narkoba, kadang heran di mana hati nurani mereka, saling menyakiti, membunuh, seperti bukan hati manusia. Eh, kenapa jadi panjang banget bahas negara. Pokoknya semoga Indonesia semakin keren!

Well, hari pertama sampai di DIY, Daerah Istimewa Yogyakarta bukan do it yourself sesuai run down, kita berdua yang menamakan diri sebagai Dear Traveler, (ini nama terlintas gitu aja dan karena unyu, yasudah dipilih biar gampang panggilannya. Haha) menuju Kalibiru. Perempuan, first time backpacker yang mengandalkan google maps ini akhirnya sampai juga di tempat wisata alam yang populer di Jogja.

Kita berdua berangkat sekitar pukul setengah sembilan pagi, setelah bertanya-tanya ke saudara yang sementara ini rumahnya kita menginap, jarak dari Sapen menuju Kalibiru adalah satu setengah jam. Dan benar saja, hasil gooling pun mengatakan demikian. So, meluncurlah dua perempuan tangguh ini menggunakan motor matic. Iya, serius, motor bukan mobil. Kamu bilang ini nekat? Engga, ini namanya eksplor Jogja.

Google maps mengarahkan kami ke jalan alternatif yang jalanannya mengejutkan. Sapen menuju Kalibiru bukanlah jarak yang dekat, berkilo-kilo meter, tapi alhamdulillah jalanan kesana bagus dan sepi. Nah, ini yang mengherankan, jalanan bagus tapi kok sepi. Apa karena jalan alternatif dan belum banyak orang tahu? Dengan kondisi jalan yang meliuk-liuk seperti Puncak Bogor, hanya ada satu – dua kendaraan yang melintas. Kita berdua sih tenang-tenang aja, yang penting sudah berdo’a, dan so excited dengan perjalanan ini.

IMG-20170817-WA0021

Kiri kanan jalan dipenuhi pepohonan hijau, persawahan, ladang jagung, udaranya sejuk, rasa-rasanya ini gak ada polusi deh, aduh bikin hati bahagia banget deh. Rumah-rumah penduduk disepanjang jalan tidak padat, jarak satu rumah dengan rumah lainnya kira-kira 7 – 10 meter. Iya, jauh-jauhan. Dan sepertinya itu jadi alasan mereka selalu punya lahan untuk berkebun. Sedikit ada perasaan ragu, apa kita nyasar? Ini google maps mau bawa kita kemana sih? Tapi kalau jalanannya kayak gini kita jadi lupa dan nikmatin aja.

Satu jam melewati jalan meliuk-liuk, pemandangan hijau, cuaca adem, akhirnya kita mulai dekat dengan Kalibiru. But, you know? Ternyata medan menuju tempat wisata itu so extreme! Jalan aspal alus udah gak ada lagi. Sesuai panduan orang sana, kita disarankan naik jeep atau motor trail untuk sampai ke Kalibiru. Mikir dulu tuh manfaat dan mudharatnya. Okelah, kita pilih naik motor trail aja, tapi bukan kita yang bawa motornya, melainkan diantar. Motor matic dititip di pos.

Dan kalau kamu mau ke sana, sebaiknya dengerin apa kata orang sana yang jelas sudah tahu bagaimana Kalibiru. Jalanan meliuk-liuk khas pegunungan yang tadi kita lewatin ternyata gak ada apa-apanya dibanding medan menuju Kalibiru! Bukan hanya belokannya yang tajam, jarak jalan dan jurang yang sangat dekat, juga jalan yang menanjak parah. Aduh, wajah kita berdua mungkin pucat itu saking takutnya.

IMG-20170817-WA0002

Jam setengah sebelas siang, kita sampai. Perjalanan jauh, penuh kejutan, dan menegangkan itu akhirnya terbayar dengan pemandangan indah Kalibiru. Pengunjung tidak terlalu ramai, mungkin karena tanggal merah. Siap-siap capek naik turun tangga, ya. Yang paling hits dari Kalibiru adalah spot foto dengan latar belakang Waduk Sermo. Ada 5 spot foto kece nih buat diunggah ke media sosial, antara lain spot panggung, spot bundar, spot bunga, spot oval, dan spot love. Meski pengunjung sedikit, tetap aja saat mau foto di spot tersebut harus antre. Sambil menunggu, lebih baik makan siang dulu di warung-warung yang tersedia, harga makanannya terjangkau kok.

Jalan-jalan ke Kalibiru dijamin bisa menyegarkan otak sama badan yang sehari-hari sibuk sama pekerjaan atau kuliah.

Penting diketahui:

  • Pastikan bahan bakar kendaraan penuh saat memulai perjalanan. Karena jarang sekali SPBU, disepanjang jalan alternatif yang kita lewati dari Sapen ke Kalibiru, hanya ada 3 SPBU. Dengan jarak yang luar biasa jauh, apalagi mendekati tempat wisata.

Budgeting:

  • Bensin Rp 20.000
  • Sewa motor trail Rp 50.000 PP
  • Tiket masuk Rp 10.000
  • Tiket foto di salah satu spot Rp 10.000
  • Softcopy file foto @5.000 min. ambil 4 foto.
  • Makan siang Rp 16.000

Memang ya, untuk sampai ke tempat yang indah itu butuh perjuangan. So, are you ready to explore Kalibiru?

 

Diterbitkan oleh

Siti Yulianingsih

Saat bermimpi, kita tidak pernah tahu apakah mimpi tersebut hanya akan jadi sejarah atau langkah awal untuk mengepakkan sayap lebih lebar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s